
Denpasar,BaliPeristiwa.com – Suasana di Sekolah Dasar (SD) Muhammadiyah 1 Denpasar, Jalan Imam Bonjol, Kelurahan Pemecutan, Kecamatan Denpasar Barat, Kota Denpasar pada Minggu (15/2/2026) pagi terasa berbeda dari biasanya.
Bukan keriuhan siswa yang terdengar, melainkan gumam diskusi hangat dari para pemuda dan tokoh masyarakat yang berkumpul untuk satu tujuan besar: menjaga “wajah” Bali agar tetap teduh, baik di dunia nyata maupun di belantara digital.
Silaturahmi dan diiskusi strategis bertajuk “Peran Muhammadiyah dalam Memperkuat Nilai Kebangsaan dan Stabilitas Digital” ini menjadi oase di tengah derasnya arus informasi yang kerap memecah belah.
Acara ini mempertemukan energi kritis dari DPD IMM Provinsi Bali dan Pengurus DPC IMM se Bali dengan pandangan strategis dari Dirintelkam Polda Bali, serta Kesbangpol Kota Denpasar.
Menyemai Waras di Tengah Arus Hoaks
Bali, sebagai jendela dunia, memiliki kerentanan unik. Di balik pesonanya sebagai destinasi internasional, terdapat tantangan besar berupa polusi informasi.
Dirintelkam Polda Bali Kombes Pol. Syahbuddin Nasution, S.I.K., yang hadir sebagai narasumber, menekankan bahwa stabilitas Bali saat ini tidak hanya ditentukan oleh keamanan fisik di jalanan, tetapi juga oleh “jempol” para pengguna media sosial.
“Kondisi kita saat ini menuntut kewaspadaan lebih. Polarisasi berbasis identitas dan penyebaran paham intoleran kini masuk lewat ruang-ruang privat di gawai kita,” ungkapnya di hadapan sekitar 25 peserta yang menyimak dengan saksama.
Dakwah Moderat: Senjata Muhammadiyah
Bagi Muhammadiyah, tantangan digital ini dijawab dengan filosofi yang membumi. Melalui kader-kader Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), organisasi ini berkomitmen memperkuat literasi digital sebagai bentuk dakwah modern.
Bukan lagi sekadar bicara di mimbar, tapi juga hadir menjadi penyaring (filter) hoaks di jagat maya. Diskusi ini menggarisbawahi pentingnya prinsip “Saring Sebelum Sharing”.
Para peserta diajak untuk tidak hanya menjadi konsumen informasi, tetapi juga menjadi produsen konten yang menyejukkan, Inilah wujud nyata pengamalan Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika di era internet—menjaga jempol agar tetap beradab demi persatuan bangsa.
Sinergi untuk Bali yang Kondusif
Ketua DPD IMM Bali menyatakan bahwa sinergi dengan pihak kepolisian dan pemerintah melalui Kesbangpol adalah langkah krusial.
Muhammadiyah ingin memastikan bahwa generasi muda Bali tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki imunitas yang kuat terhadap ujaran kebencian dan provokasi.
Pertemuan ini ditutup dengan sebuah kesadaran kolektif: bahwa menjaga harmoni Bali adalah kerja kolaboratif.
Ketika aparat keamanan bersinergi dengan organisasi kemasyarakatan yang memiliki akar pendidikan kuat seperti Muhammadiyah, maka stabilitas bukan lagi sekadar slogan, melainkan kenyataan yang bisa dirasakan oleh seluruh masyarakat Bali.
Dari Jalan Imam Bonjol hari ini, sebuah pesan dikirimkan ke seluruh penjuru Pulau Dewata: bahwa di tangan pemuda yang bijak bermedia sosial, masa depan kebangsaan kita akan tetap kokoh dan menyejukkan. (red)



