Denpasar,BaliPeristiwa.com – Pria warga negara Inggris bernama Steven Lyons (46) yang ditangkap petugas gabungan sesaat setelah mendarat di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai rupanya banyak terlibat aksi kejahatan.
Kapolda Bali Irjen Pol. Daniel Adityajaya mengungkapkan, Lyons diketahui merupakan pimpinan organisasi kriminal transnasional asal Skotlandia yang terlibat dalam sejumlah kejahatan serius, termasuk peredaran narkotika, pencucian uang, dan penyelundupan lintas negara.
“Yang bersangkutan telah masuk dalam daftar Red Notice Interpol dengan nomor A-4908/3-2026 yang diterbitkan pada 26 Maret 2026,” jelasnya, Selasa (31/3/2026).
Penangkapan bos mafia ini merupakan bagian dari operasi internasional bertajuk Action Day yang dilaksanakan pada 27 Maret 2026 melalui kerja sama antara Kepolisian Spanyol (Guardia Civil) dan Kepolisian Skotlandia.
Dalam operasi tersebut, total 45 tersangka berhasil diamankan, masing-masing 33 orang di Skotlandia dan 12 orang di Spanyol.
Dijelaskan, keberhasilan penangkapan di Indonesia tidak lepas dari pertukaran informasi intelijen yang cepat dan akurat antara National Central Bureau (NCB) Interpol Indonesia dengan NCB Abu Dhabi.
Informasi tersebut kemudian ditindaklanjuti oleh Divhubinter Polri dengan mengoordinasikan langkah pencegatan bersama Polda Bali, Polres Bandara Ngurah Rai, serta pihak Imigrasi.
“Begitu menerima informasi, kami langsung bersinergi dengan seluruh unsur terkait. Penangkapan berjalan lancar tanpa perlawanan,” tegasnya.
Saat ini lanjutnya, tersangka tengah menjalani proses deportasi ke negara peminta. Untuk mendukung percepatan proses tersebut, dua petugas dari Kepolisian Spanyol telah berada di Bali dan berkoordinasi langsung dengan otoritas Indonesia.
Dirinya menegaskan bahwa proses pengamanan dilakukan secara profesional, cepat, dan sesuai prosedur. Ia juga menegaskan bahwa Bali bukan tempat pelarian bagi pelaku kejahatan internasional.
“Penangkapan ini menjadi bukti kuatnya sinergi antarnegara dalam pemberantasan kejahatan lintas negara serta menunjukkan komitmen Indonesia dalam menjaga keamanan, khususnya di wilayah strategis pariwisata seperti Bali,” ujarnya. (red)

